spanduk halaman

Berita

Meredakan Nyeri Kronis: Ilmu di Balik Terapi Oksigen Hiperbarik

42 tayangan

Nyeri kronis adalah kondisi yang melemahkan dan memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Meskipun terdapat banyak pilihan pengobatan,Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) telah menarik perhatian karena potensinya untuk mengurangi nyeri kronis.Dalam postingan blog ini, kita akan menjelajahi sejarah, prinsip, dan aplikasi terapi oksigen hiperbarik dalam mengobati nyeri kronis.

nyeri kronis

Mekanisme di Balik Terapi Oksigen Hiperbarik untuk Meredakan Nyeri

1. Perbaikan Kondisi Hipoksia

Banyak kondisi yang menimbulkan rasa sakit dikaitkan dengan hipoksia dan iskemia jaringan lokal. Dalam lingkungan hiperbarik, kandungan oksigen dalam darah meningkat secara signifikan. Biasanya, darah arteri memiliki kandungan oksigen sekitar 20 ml/dl; namun, ini dapat meningkat secara eksponensial dalam lingkungan hiperbarik. Peningkatan kadar oksigen dapat berdifusi ke dalam jaringan iskemik dan hipoksia, meningkatkan pasokan oksigen dan mengurangi penumpukan produk sampingan metabolisme asam yang menyebabkan rasa sakit.

Jaringan saraf sangat sensitif terhadap hipoksia. Terapi oksigen hiperbarik meningkatkan tekanan parsial oksigen dalam jaringan saraf, memperbaiki kondisi hipoksia pada serabut saraf dan membantu dalam perbaikan dan pemulihan fungsi saraf yang rusak, misalnya pada cedera saraf perifer, di mana ia dapat mempercepat perbaikan selubung mielin dan mengurangi rasa sakit yang terkait dengan kerusakan saraf.

2. Pengurangan Respons Peradangan

Terapi oksigen hiperbarik dapat membantu memodulasi kadar faktor inflamasi seperti interleukin-1 dan faktor nekrosis tumor-alfa dalam tubuh. Penurunan penanda inflamasi mengurangi stimulasi jaringan di sekitarnya dan selanjutnya meredakan nyeri. Selain itu, oksigen hiperbarik menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah lokal, menurunkan permeabilitas kapiler dan dengan demikian mengurangi edema jaringan. Misalnya, dalam kasus cedera jaringan lunak traumatis, pengurangan edema dapat mengurangi tekanan pada ujung saraf di sekitarnya, sehingga semakin mengurangi rasa sakit.

3. Pengaturan Fungsi Sistem Saraf

Terapi oksigen hiperbarik dapat mengatur rangsangan sistem saraf simpatik, memperbaiki tonus pembuluh darah dan mengurangi rasa sakit. Selain itu, terapi ini dapat mendorong pelepasan neurotransmiter seperti endorfin, yang memiliki sifat analgesik yang kuat, sehingga berkontribusi pada penurunan persepsi nyeri.

 

Penerapan Terapi Oksigen Hiperbarik dalam Manajemen Nyeri

1. PengobatanSindrom nyeri regional kompleks(CRPS)

CRPS ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, dan perubahan kulit sebagai kondisi sistemik kronis. Hipoksia dan asidosis yang terkait dengan CRPS memperparah nyeri dan mengurangi toleransi nyeri. Terapi oksigen hiperbarik menginduksi lingkungan oksigen tinggi yang dapat menyempitkan pembuluh darah, mengurangi edema, dan meningkatkan tekanan oksigen jaringan. Selain itu, terapi ini merangsang aktivitas osteoblas yang tertekan, sehingga mengurangi pembentukan jaringan fibrosa.

2. Manajemen dariFibromialgia 

Fibromyalgia adalah kondisi yang belum dapat dijelaskan penyebabnya, ditandai dengan nyeri yang meluas dan ketidaknyamanan yang signifikan. Studi menunjukkan bahwa hipoksia lokal berkontribusi pada perubahan degeneratif pada otot pasien fibromyalgia. Terapi oksigen hiperbarik

Meningkatkan konsentrasi oksigen dalam jaringan jauh di atas tingkat fisiologis, sehingga memutus siklus hipoksia-nyeri dan memberikan pereda nyeri.

3. Pengobatan Neuralgia Pasca-Herpes

Neuralgia pascaherpes melibatkan rasa sakit dan/atau gatal setelah terkena herpes zoster. Penelitian menunjukkan bahwa terapi oksigen hiperbarik mengurangi rasa sakit dan skor depresi pada pasien yang menderita kondisi ini.

4. BantuanNyeri Iskemik pada Ekstremitas Bawah 

Penyakit oklusi aterosklerotik, trombosis, dan berbagai kondisi arteri sering menyebabkan nyeri iskemik pada anggota tubuh. Terapi oksigen hiperbarik dapat meredakan nyeri iskemik dengan mengurangi hipoksia dan edema, serta menurunkan akumulasi zat penyebab nyeri sekaligus meningkatkan afinitas reseptor endorfin.

5. Meredakan Neuralgia Trigeminal

Terapi oksigen hiperbarik telah terbukti menurunkan tingkat nyeri pada pasien dengan neuralgia trigeminal dan mengurangi kebutuhan akan analgesik oral.

 

Kesimpulan

Terapi oksigen hiperbarik menonjol sebagai pengobatan yang efektif untuk nyeri kronis, terutama ketika terapi konvensional gagal. Pendekatannya yang multifaset untuk meningkatkan pasokan oksigen, mengurangi peradangan, dan memodulasi fungsi saraf menjadikannya pilihan yang menarik bagi pasien yang membutuhkan pereda nyeri. Jika Anda menderita nyeri kronis, pertimbangkan untuk mendiskusikan terapi oksigen hiperbarik sebagai potensi pilihan pengobatan baru.

Ruang oksigen hiperbarik

Waktu posting: 14 Maret 2025
  • Sebelumnya:
  • Berikutnya: