spanduk halaman

Berita

Terapi oksigen hiperbarik meningkatkan fungsi neurokognitif pasien pasca-stroke – analisis retrospektif

42 tayangan
HBOT

Latar belakang:

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa terapi oksigen hiperbarik (HBOT) dapat meningkatkan fungsi motorik dan memori pasien pasca-stroke pada stadium kronis.

Tujuan:

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek HBOT terhadap fungsi kognitif secara keseluruhan pada pasien pasca-stroke pada stadium kronis. Sifat, jenis, dan lokasi stroke diteliti sebagai faktor yang mungkin memodifikasi efek tersebut.

Metode:

Analisis retrospektif dilakukan pada pasien yang menjalani terapi oksigen hiperbarik (HBOT) untuk stroke kronis (>3 bulan) antara tahun 2008-2018. Partisipan dirawat di ruang hiperbarik multi-tempat dengan protokol berikut: 40 hingga 60 sesi harian, 5 hari per minggu, setiap sesi mencakup 90 menit oksigen 100% pada 2 ATA dengan jeda udara 5 menit setiap 20 menit. Perbaikan yang signifikan secara klinis (CSI) didefinisikan sebagai > 0,5 standar deviasi (SD).

Hasil:

Studi ini melibatkan 162 pasien (75,3% laki-laki) dengan usia rata-rata 60,75±12,91 tahun. Dari jumlah tersebut, 77 (47,53%) mengalami stroke kortikal, 87 (53,7%) stroke berlokasi di belahan otak kiri, dan 121 menderita stroke iskemik (74,6%).
HBOT menginduksi peningkatan signifikan pada semua domain fungsi kognitif (p < 0,05), dengan 86% korban stroke mencapai CSI. Tidak ada perbedaan signifikan pasca-HBOT pada stroke kortikal dibandingkan dengan stroke subkortikal (p > 0,05). Stroke hemoragik menunjukkan peningkatan yang signifikan lebih tinggi dalam kecepatan pemrosesan informasi pasca-HBOT (p < 0,05). Stroke hemisfer kiri menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi pada domain motorik (p < 0,05). Pada semua domain kognitif, fungsi kognitif dasar merupakan prediktor signifikan CSI (p < 0,05), sedangkan jenis stroke, lokasi, dan sisi bukan merupakan prediktor signifikan.

Kesimpulan:

HBOT (Terapi Oksigen Hiperbarik HBOT) menghasilkan peningkatan signifikan di semua domain kognitif bahkan pada tahap kronis lanjut. Pemilihan pasien pasca-stroke untuk HBOT harus didasarkan pada analisis fungsional dan skor kognitif awal, bukan pada jenis stroke, lokasi, atau sisi lesi.

Sumber: https://content.iospress.com/articles/restorative-neurology-and-neuroscience/rnn190959


Waktu posting: 17 Mei 2024
  • Sebelumnya:
  • Berikutnya: